Apa Yang Dimaksud Perjuangan Fisik Dan Diplomasi – Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan revolusi dilakukan dengan dua cara, yaitu perjuangan fisik dan diplomasi. Apa yang dimaksud dengan pertarungan fisik dan diplomasi Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia? Artikel ini memberikan penjelasan lengkapnya.
Definisi Tantangan Fisik
Pertempuran fisik dapat dipahami sebagai perjuangan yang dilakukan melawan kekuatan asing dengan menggunakan senjata atau peperangan. Perjuangan fisik juga dikenal sebagai perjuangan militer yang dipimpin negara atau perlawanan bersenjata. Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dengan mengandalkan kekuatan militer.
Seperti dikutip dari majalah bertajuk Perjuangan Tentara Rakyat Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lampung Selatan Tahun 1945, oleh Dany Lapeba dan lain-lain, Perjuangan fisik adalah perjuangan dengan menggunakan senjata atau mengandalkan kekuatan militer. Banyak nyawa melayang akibat perang ini.
Berikut contoh pertarungan fisik di Indonesia yang dikutip dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud):
- Pertempuran Lima Hari di Semarang. Itu terjadi dari tanggal 15 Oktober hingga 20 Oktober 1945. Perang ini bermula ketika tawanan Jepang melarikan diri saat diangkut dari Cepiring ke Bulu.
- Pertempuran Margarana di Bali. Dikenal dengan nama perang puputan yang artinya perang habis-habisan. Pertempuran Margarana terjadi pada tanggal 20 November 1946 di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai.
- Pertempuran Medan Medan terjadi pada tanggal 13 Oktober 1945. Perang ini bermula saat seorang penghuni hotel menginjak lencana merah putih di Jalan Bali, Kota Medan.
Baca Juga: Kedatangan Jepang Ke Indonesia Diterima Oleh Rakyat Indonesia
Pertarungan Non-Fisik atau Diplomasi
Perjuangan non fisik atau diplomasi dilakukan melalui perundingan dengan pihak penjajah. Selain perlawanan bersenjata, Indonesia juga berusaha mempertahankan kemerdekaannya dengan melakukan negosiasi dengan penjajah dan mencari dukungan dunia internasional. Inilah yang disebut perjuangan diplomasi.
Perjuangan diplomatik adalah kebalikan dari perjuangan fisik. Karena mengutamakan negosiasi, menarik simpati internasional dan menghasilkan kesepakatan. Jalur diplomasi umumnya ditempuh ketika perjuangan fisik atau perjuangan militer tidak dapat mencapai tujuan. Tidak ada senjata yang digunakan dalam perjuangan diplomatik untuk menghindari korban jiwa.
Berikut contoh perjuangan memerdekakan Indonesia melalui diplomasi:
1. Perjanjian Linggarjati
Perjanjian Linggarjati dilaksanakan di Desa Linggarjati, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, pada 11 November hingga 13 November. Negosiasi ini dipimpin oleh Lord Killearn dari Inggris. Perjanjian Linggarjati baru diratifikasi pada tanggal 25 Maret 1947.
2. Perjanjian Renville
Perjanjian Renville dibuat pada tanggal 8 Desember 1947. Pembicaraan ini dilakukan di atas kapal perang AS USS Renville.
Sejarah Perjuangan fisik dan diplomasi memerlukan semangat nasionalisme yang tinggi dan sikap pantang menyerah. Kini perang dan diplomasi telah membuahkan hasil, artinya kemerdekaan sejati berarti bangsa Indonesia bebas dari penjajahan dan berhak menentukan nasib sendiri.